Baca Juga: Kejari Kabupaten Bogor Dalami Laporan Hibah KNPI Rp2,1 Miliar di Tengah Konflik Kepengurusan
Mengapa Wanita Lebih Rentan?
Wanita diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin D dibanding pria. Salah satu penyebabnya berkaitan dengan komposisi tubuh.
Vitamin D merupakan vitamin yang larut dalam lemak. Artinya, vitamin ini dapat tersimpan di jaringan lemak sehingga jumlah yang beredar dalam aliran darah menjadi lebih sedikit.
Di sisi lain, perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan maupun menopause juga dapat memengaruhi kadar vitamin D dalam tubuh.
Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat perempuan menjadi kelompok yang lebih rentan mengalami defisiensi.
Kekurangan vitamin D tidak hanya berdampak pada kesehatan tulang.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, antara lain:
• Penurunan kepadatan tulang yang dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan tulang mudah patah.
• Nyeri serta kelemahan otot, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah melelahkan.
• Menurunnya sistem kekebalan tubuh, yang membuat tubuh lebih rentan terserang infeksi.
• Perubahan suasana hati (mood) pada sebagian orang, yang dapat memengaruhi kualitas hidup.
Karena itu, menjaga kadar vitamin D tetap optimal menjadi langkah penting.





