INFOLADISHA — Banjir yang berulang kali muncul di Perumahan Taman Sari Persada (TSP), Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, ternyata tak lepas dari sejarah kawasan tersebut.
Sebelum dipenuhi bangunan rumah, kawasan yang kini menjadi permukiman di RW 15 itu dikenal sebagai rawa dan hulu cai.
Kondisi tersebut membuat kawasan Taman Sari Persada sejak awal memang menjadi tempat berkumpulnya aliran air dari sejumlah wilayah di sekitarnya.
Kondisi itu pula yang membuat persoalan banjir di TSP tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperbaiki satu titik drainase.
Camat Tanah Sareal, Rokib, mengatakan terdapat sejumlah aliran air yang bermuara ke kawasan tersebut.
Baca Juga: Kejari Kabupaten Bogor Periksa Subkontraktor Proyek RSUD Bogor Utara, Status Tersangka Terbuka
Aliran itu datang dari beberapa penjuru, di antaranya Sholeh Iskandar dan Kampung Sarempet, Sukadamai dan Kedung Jaya, Kedung Waringin, serta arah Mekarwangi dan Kencana.
“Di wilayah Taman Sari Persada ini dulu hulu cai, bahkan warga sekitar menyebutnya rawa,” kata Rokib, Senin (10/8/2026).
Saat hujan dengan intensitas tinggi turun, debit dari berbagai aliran tersebut meningkat dan bertemu di kawasan TSP. Akibatnya, air lebih mudah melimpas ke permukiman.
Namun, kondisi banjir saat ini disebut sudah jauh berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya.





