INFOLADISHA – Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali mengingatkan masyarakat akan risiko paparan abu vulkanik terhadap kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.
Partikel abu yang terbawa angin dapat masuk ke lingkungan permukiman dan terhirup tanpa disadari.
Kondisi ini berpotensi memicu sejumlah keluhan, mulai dari batuk, hidung tersumbat, tenggorokan tidak nyaman, hingga meningkatnya produksi lendir.
Di tengah kondisi tersebut, muncul anggapan bahwa minuman tertentu dapat membantu membersihkan paru-paru dari abu vulkanik.
Padahal, belum ada minuman yang terbukti mampu mengeluarkan partikel abu dari paru-paru atau melakukan proses detoks pada organ pernapasan.
Baca Juga: Asap Kebakaran Galuga Mulai Ganggu Warga, Dinkes Kabupaten Bogor Buka 3 Posko Kesehatan
Tubuh sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk membersihkan saluran pernapasan.
Namun, paparan abu dalam jumlah banyak tetap dapat menyebabkan iritasi dan peradangan.
Karena itu, minuman sebaiknya dipahami sebagai pendukung untuk menjaga hidrasi dan meredakan ketidaknyamanan, bukan sebagai cara utama membersihkan paru-paru.
Air Putih untuk Menjaga Kelembapan Saluran Pernapasan
Air putih menjadi pilihan paling sederhana saat berada di lingkungan berdebu atau setelah terpapar abu vulkanik.
Kebutuhan cairan yang tercukupi membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan. Selain itu, lendir tidak menjadi terlalu pekat sehingga dapat lebih mudah dikeluarkan tubuh secara alami.





