INFOLADISHA – Mendapati kulit tiba-tiba dihiasi lebam kebiruan atau keunguan memang bisa membuat penasaran, terutama ketika tidak merasa terbentur apa pun.
Namun, satu memar yang muncul sesekali belum tentu menandakan adanya masalah kesehatan.
Yang lebih penting justru bagaimana memar tersebut muncul dan apakah ada keluhan lain yang menyertainya.
Memar terbentuk saat pembuluh darah kecil di bawah kulit mengalami kerusakan sehingga darah keluar dan berkumpul di jaringan sekitarnya. Dalam banyak kasus, penyebabnya sederhana: benturan ringan yang terjadi tanpa disadari.
Terbentur meja, kursi, atau benda lain dengan intensitas kecil bisa saja cukup untuk menimbulkan lebam.
Baca Juga: iOS 27 Resmi Meluncur, Siri Kini Bisa Tahu Apa yang Sedang Anda Lihat di iPhone
Pada orang yang lebih mudah mengalami memar, benturan seperti ini bahkan mungkin tidak meninggalkan rasa sakit sehingga kejadiannya terlupakan.
Seiring waktu, tubuh akan menguraikan dan menyerap darah yang terkumpul. Itu sebabnya warna memar dapat berubah, dari merah atau ungu menjadi hijau dan kuning, sebelum akhirnya menghilang.
Bukan Selalu Soal Benturan
Ada kondisi yang membuat pembuluh darah lebih mudah mengalami kerusakan. Salah satunya adalah pertambahan usia.
Kulit yang semakin tipis dan berkurangnya lapisan lemak di bawah kulit membuat perlindungan terhadap pembuluh darah ikut berkurang. Akibatnya, trauma ringan lebih mudah meninggalkan bekas lebam.





