INFOLADISHA – Klaim bahwa penggunaan cat rambut dapat meningkatkan risiko kanker payudara hingga 60 persen sempat ramai di media sosial.
Angka tersebut memang merujuk pada hasil penelitian, tetapi tidak berarti setiap orang yang menggunakan pewarna rambut memiliki peluang 60 persen untuk terkena kanker payudara.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Samuel Stemi, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan peningkatan risiko relatif pada kelompok tertentu.
Karena itu, hasil penelitian perlu dibaca berdasarkan karakteristik peserta dan pola penggunaan pewarna rambut.
Penelitian yang menjadi dasar klaim itu dilakukan oleh National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) Amerika Serikat terhadap 46.709 perempuan. Hasilnya diterbitkan dalam International Journal of Cancer pada 4 Desember 2019.
Baca Juga: Dedie Rachim Ajak Warga Budayakan Berolahraga dan Dukung Atlet Kota Bogor di Porprov XV
Studi tersebut merupakan penelitian observasional. Jenis penelitian ini dapat menemukan hubungan antara penggunaan produk tertentu dan suatu kondisi kesehatan, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan hubungan sebab-akibat.
Salah satu temuan yang kemudian menjadi sumber angka 60 persen adalah peningkatan risiko pada perempuan kulit hitam atau African American yang menggunakan pewarna rambut permanen setiap lima hingga delapan minggu atau lebih sering.






Respon (1)