Selain faktor tersebut, obat yang sedang dikonsumsi juga dapat berperan. Beberapa obat bisa memengaruhi proses pembekuan darah atau meningkatkan kecenderungan terjadinya perdarahan.
Karena itu, perubahan pola memar yang terjadi setelah mulai menggunakan obat tertentu patut dibicarakan dengan dokter. Pengobatan tidak dianjurkan dihentikan sendiri sebelum ada penilaian medis.
Baca Juga: Nasib Jalan Tambang Bogor Terjawab, Pemkab Siapkan Rp100 Miliar untuk Lahan
Faktor nutrisi juga masuk dalam daftar kemungkinan penyebab. Kekurangan vitamin C yang berat dapat menyebabkan scurvy, salah satu kondisi yang dapat ditandai dengan perdarahan di bawah kulit dan mudah memar.
Meski begitu, munculnya lebam saja tidak cukup untuk menyimpulkan seseorang mengalami kekurangan vitamin C.
Perhatikan Jika Memar Datang Bersamaan dengan Perdarahan
Hal yang lebih perlu diperhatikan adalah ketika memar bukan lagi kejadian sesekali.
Seseorang yang mendadak jauh lebih mudah mengalami lebam, sering menemukan memar berukuran besar, atau mengalami perdarahan lain tanpa penyebab yang jelas sebaiknya mempertimbangkan pemeriksaan medis.
Salah satu kemungkinan yang dapat dinilai adalah gangguan pada trombosit. Komponen darah ini berperan dalam menghentikan perdarahan.
Jumlah trombosit yang terlalu rendah maupun gangguan fungsinya dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami memar.





