INFOLADISHA – Bagi pemilik mobil, melihat volume oli mesin turun biasanya langsung memunculkan satu dugaan yakni ada kebocoran.
Namun, dugaan itu belum tentu benar.
Oli yang berkurang tidak selalu keluar dari mesin dan menetes ke permukaan tempat mobil diparkir.
Dalam kondisi tertentu, oli justru bisa masuk ke bagian lain di dalam mesin atau terbawa melalui sistem yang berkaitan dengan sirkulasi gas mesin.
Itulah sebabnya, kebiasaan sekadar menambahkan oli tanpa mencari penyebabnya bisa membuat masalah sebenarnya tidak terdeteksi.
Baca Juga: Pemkot Bogor Replikasi Sistem Peta Digital Tangsel untuk Benahi Data Pertanahan
Perhatikan knalpot dan gerakan mesin
Salah satu petunjuk penting bisa dilihat dari gas buang. Jika oli masuk ke ruang bakar, oli tersebut dapat ikut terbakar bersama campuran udara dan bahan bakar.
Asap kebiruan dari knalpot, terutama ketika mesin digas, dapat menjadi salah satu tanda yang patut diperhatikan.
Bila kondisi tersebut muncul bersamaan dengan volume oli yang terus menyusut, pemeriksaan mesin diperlukan.
Sumbernya bisa berasal dari komponen internal yang bertugas membatasi masuknya oli ke ruang bakar.
Ring piston, misalnya, berperan menjaga tekanan kompresi sekaligus membantu mencegah oli masuk terlalu banyak ke ruang bakar.
Baca Juga: KPK Geledah Kantor Summarecon di Bogor, Telusuri Kasus Dugaan Korupsi Pertanahan





