INFOLADISHA – Di balik pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), ada kebutuhan sumber daya yang tak banyak terlihat, yakni air bersih.
Pusat data yang menjalankan teknologi AI dapat mengonsumsi hingga 19 juta liter air per hari, jumlah yang setara dengan kebutuhan air kota berpenduduk 10.000 hingga 50.000 orang.
Besarnya konsumsi air ini berkaitan dengan cara kerja server AI yang menjalankan komputasi intensif selama berjam-jam, bahkan sepanjang hari.
Aktivitas tersebut menghasilkan panas dalam jumlah besar sehingga perangkat membutuhkan sistem pendinginan agar tetap beroperasi dengan aman.
Mengutip Britannica, Senin (26/10/2026), pusat data AI menampung perangkat keras untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan.
Baca Juga: Buru 200 Emas di Porprov Jabar 2026, Bekasi Gelontorkan Bonus Fantastis per Emas
Dibandingkan pusat data konvensional, fasilitas ini umumnya membutuhkan kapasitas listrik dan pendinginan yang lebih besar.
Salah satu metode yang banyak digunakan untuk mendinginkan pusat data adalah pendinginan evaporatif.
Sistem ini memanfaatkan penguapan air untuk membuang panas dari fasilitas menuju atmosfer.
Dalam proses tersebut, sebagian besar air yang digunakan tidak kembali ke sistem karena berubah menjadi uap.
Sekitar 80 persen air dalam sistem pendinginan evaporatif diperkirakan hilang melalui proses penguapan.






