Baca Juga: PPM PPP IPB University Dorong Pengembangan Model Bisnis KWT dan KTD di Kelurahan Mulyaharja
Meski membutuhkan air dalam jumlah besar, metode ini tetap digunakan karena relatif efisien dari sisi konsumsi energi.
Artinya, pengelola pusat data menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan kebutuhan pendinginan, penggunaan listrik, dan konsumsi air.
Kebutuhan air juga tidak berhenti pada sistem pendinginan. Pembangkit listrik yang memasok energi ke pusat data turut menggunakan air, begitu pula sejumlah tahapan produksi perangkat keras AI, termasuk pembuatan mikrocip.
Dengan demikian, jejak air teknologi AI mencakup penggunaan langsung di pusat data sekaligus konsumsi air dalam rantai pasok yang menopang operasionalnya.
Persoalan menjadi lebih rumit ketika pusat data dibangun di kawasan yang pasokan airnya sudah terbatas.
Pusat data umumnya membutuhkan air tawar yang bersih untuk mengurangi risiko penyumbatan pipa dan pertumbuhan bakteri pada sistem pendinginan.
Pasokannya bisa berasal dari jaringan air perkotaan maupun air tanah, yang juga dibutuhkan rumah tangga dan sektor lain.
Britannica mencatat sekitar 40 persen pusat data di Amerika Serikat berada di wilayah yang mengalami tekanan air serius.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran mengenai persaingan penggunaan air antara kebutuhan industri teknologi dan masyarakat sekitar.






