INFOLADISHA – Upaya menekan angka stunting di Kota Bogor terus menunjukkan hasil.
Di Kelurahan Babakan Pasar, jumlah anak yang mengalami atau berisiko stunting kini menyusut drastis menjadi sembilan anak dari sebelumnya 49 anak.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama banyak pihak.
Selain program pemerintah, dukungan para donatur dan yayasan dinilai ikut mempercepat penanganan stunting di tingkat masyarakat.
Saat mengunjungi Yayasan Harapan Bangsa Lentera Mandiri atau HBLM di Jalan Suryakencana Nomor 93, Kelurahan Babakan Pasar, Selasa 30 Juni 2026, Jenal mengapresiasi konsistensi yayasan tersebut yang rutin membantu balita dan anak anak di wilayah Bogor Tengah.
Baca Juga: Dedie Rachim Minta ASN Belanja di Pasar, Warga Diajak Tanam Cabai demi Tekan Inflasi
“Setelah kami tracking, yayasan ini sudah lama berkiprah memberikan bantuan kepada balita dan anak anak di sekitar wilayah Bogor Tengah secara konsisten setiap bulan,” kata Jenal.
Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting Kota Bogor itu menegaskan persoalan stunting tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat, dunia usaha, dan para dermawan menjadi bagian penting untuk mempercepat pencapaian target.
Ia juga mengingatkan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu arahan pemerintah pusat.





