Jika seluruh peserta penelitian diperhitungkan, penggunaan pewarna rambut permanen dalam 12 bulan sebelum penelitian dikaitkan dengan peningkatan risiko sekitar 9 persen.
Analisis berdasarkan kelompok juga menunjukkan perbedaan, yakni sekitar 7 persen pada perempuan kulit putih dan sekitar 45 persen pada perempuan kulit hitam.
Artinya, angka 60 persen tidak bisa diterapkan kepada seluruh pengguna cat rambut.
Baca Juga: Rumah Hangus Terbakar, 10 Keluarga di Padabeunghar Bogor Kini Tinggal di Hunian Sementara
Hasil penelitian belum seragam
Temuan mengenai hubungan pewarna rambut dan kanker payudara juga belum menunjukkan kesimpulan yang sepenuhnya konsisten.
Samuel menyebut salah satu meta-analisis yang menggabungkan 14 penelitian dengan lebih dari 210.000 peserta menemukan peningkatan risiko secara keseluruhan sekitar 7 persen.
Sejumlah penelitian memang menemukan adanya hubungan antara penggunaan pewarna rambut permanen, terutama dengan frekuensi tinggi, dan peningkatan risiko kanker payudara pada kelompok tertentu.
Namun, temuan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa cat rambut secara langsung menyebabkan kanker payudara.
Perhatian terhadap produk pewarna rambut juga berkaitan dengan bahan kimia yang terkandung di dalamnya.
Salah satu kelompok bahan yang pernah menjadi perhatian adalah aromatic amines, termasuk p-phenylenediamine (PPD).






Respon (1)