Jahe umumnya dikonsumsi sebagai minuman hangat. Cara sederhananya, jahe segar dapat digeprek atau diiris tipis, kemudian direbus atau diseduh dengan air panas selama beberapa menit.
Proses pemanasan membuat sebagian gingerol berubah menjadi shogaol, senyawa yang juga memiliki aktivitas antiinflamasi. Karena itu, wedang jahe atau teh jahe menjadi bentuk konsumsi yang umum digunakan.
Madu atau perasan lemon dapat ditambahkan jika diinginkan. Selain kandungan senyawa aktif dari jahe, minuman hangat juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang penting ketika seseorang sedang mengalami demam.
Meski memiliki manfaat, konsumsi jahe tetap perlu dilakukan secara wajar.
Tinjauan ilmiah Ginger on Human Health: A Comprehensive Systematic Review menyebutkan bahwa konsumsi jahe berlebihan pada sebagian orang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti nyeri lambung, heartburn, mual, dan diare.
Dengan demikian, jahe lebih tepat ditempatkan sebagai minuman pendamping untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan peradangan ringan, bukan sebagai obat utama untuk demam.
Jika demam berlangsung selama beberapa hari, suhunya sangat tinggi, atau muncul gejala serius seperti sesak napas, muntah terus-menerus, penurunan kesadaran, maupun tanda infeksi berat lainnya, pemeriksaan di fasilitas kesehatan tetap diperlukan.






Respon (1)