Baca Juga: Jangan Datang Hari Ini! Layanan Adminduk Kabupaten Bogor Tutup, Ini Jadwal Bukanya
“Ini sebuah momen yang langka. Sudah sekian lama masyarakat Bogor merindukan untuk bisa masuk ke area Istana Bogor,” ujar Dedie.
Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi bentuk kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
Warga, kata Dedie, tidak hanya berada di luar pagar, tetapi bisa melihat secara langsung salah satu aset bangsa yang berada di pusat Kota Bogor.
Jamuan Rakyat juga tidak sekadar diisi hiburan.
Sebelum kegiatan dimulai, warga diajak mengikuti doa bersama yang salah satunya ditujukan bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana, termasuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai wilayah Kota Bogor.
Pemerintah melalui kelurahan melakukan pendataan warga dari 68 kelurahan sekaligus membantu kebutuhan transportasi karena waktu persiapan kegiatan relatif singkat.
Menurut Dedie, jumlah peserta memang dibatasi hingga 4.500 orang.
Namun tingginya antusiasme masyarakat membuatnya membuka peluang agar kegiatan serupa dapat kembali dilakukan pada tahun-tahun berikutnya.
Skemanya bisa dibuat bergiliran sehingga warga yang belum mendapat kesempatan tahun ini memiliki peluang merasakan pengalaman yang sama.
“Yang tahun ini sudah, mungkin tahun depan kami ganti supaya yang belum pernah,” kata Dedie.





