Bantuan yang terkumpul diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
Jenal berharap para guru dan masyarakat yang terlibat mendapatkan balasan kebaikan atas kepedulian mereka.
Ia juga mengingatkan agar niat membantu tidak bergantung pada pujian maupun penerimaan orang lain. Menurutnya, komentar negatif tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti melakukan sesuatu yang bermanfaat.
“Bukan berharap validasi dari manusia, tapi dari Allah SWT,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Jenal menekankan bahwa nilai bantuan tidak hanya terletak pada jumlah uang yang disumbangkan, tetapi juga pada manfaat yang benar-benar dirasakan penerima.
Bahkan, bantuan dalam jumlah berapa pun dapat berarti ketika mampu menjadi makanan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.





