Dedi mengaku sempat mendapat ajakan untuk bertemu dengan sejumlah pihak terkait penutupan jalur tambang, mulai dari kepala daerah hingga pengusaha tambang yang terdampak kebijakan tersebut.
Meski begitu, ia memilih belum membuka ruang pertemuan karena fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan keselamatan warga tetap terjaga.
“Saya mengakui Pak Bupati sudah melaksanakan tugasnya dalam memperjuangkan keinginan sebagian masyarakat. Beliau berulang kali mengajak bertemu, bahkan ingin mempertemukan saya dengan pengusaha. Namun, untuk saat ini, saya belum menyetujui pertemuan itu,” tegasnya.
Bagi Dedi, kepentingan masyarakat luas harus ditempatkan di atas kepentingan ekonomi jangka pendek.
Baca Juga: Kejari Kabupaten Bogor Lelang Mobil Suzuki Sitaan Rokok Ilegal, Buka Harga Segini
Ia menilai warga Bogor Barat sudah terlalu lama menghadapi dampak operasional truk tambang yang melintasi permukiman padat penduduk setiap hari.
“Saya ingin masyarakat aman. Mereka sudah mengalami penderitaan yang sangat panjang selama jalur tambang itu dibuka,” ucapnya.
Penutupan jalur tambang sebelumnya memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Sebagian pihak khawatir penghentian operasional berdampak pada ekonomi dan lapangan pekerjaan.
Namun di sisi lain, warga sekitar menilai langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kerusakan jalan yang selama bertahun tahun menjadi persoalan utama di kawasan Parung Panjang.





