“Bapak-Ibu tahu Jalan Malasari? Sudah berapa tahun tidak dibenahi? Kami baru menjabat satu tahun dua bulan. Bapak-Ibu tidak perlu demo,” ujarnya.
Rudy juga berjanji akan memperbaiki jalan yang dipersoalkan warga.
Ia bahkan meminta masyarakat mengundangnya kembali jika perbaikan sudah selesai dilakukan.
“Kalau tahun ini jalannya saya perbaiki, undang saya untuk syukuran bareng-bareng, ya?” ucap Rudy.
Ucapan itu langsung disambut warga dengan teriakan setuju. Suasana yang sebelumnya tegang perlahan berubah lebih cair.
Rudy turut mengingatkan warga agar menyampaikan aspirasi dengan cara yang lebih baik tanpa aksi yang berpotensi memicu keributan.
“Sampaikan pesan baik-baik, tidak perlu demo dan cetak baliho seperti ini. Lebih baik uangnya dipakai untuk nyangu di rumah,” tuturnya.
Setelah dialog berlangsung, warga yang semula menghadang kendaraan bupati justru berebut meminta foto bersama.
Sebelum meninggalkan lokasi, Rudy menyerahkan uang Rp10 juta kepada tokoh masyarakat setempat untuk kegiatan makan bersama warga.
“Silakan dipakai untuk ngeliwet bersama,” kata Rudy.





