Kehadiran para pemuka agama dalam satu rangkaian doa menjadi gambaran kebersamaan masyarakat Kota Bogor di tengah keberagaman keyakinan.
Baca Juga: Bukan Cuma Lihat dari Balik Pagar, 4.500 Warga Bogor Bisa Masuk Istana di HUT RI
Dedie menilai persatuan dan gotong royong merupakan modal penting untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
Pemerintah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan kontribusi masyarakat.
“Mari kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang tengah mengalami bencana di Nusa Tenggara Timur,” ujar Dedie.
Ia berharap masyarakat yang terdampak gempa dapat segera memulihkan kondisi dan kembali bangkit.
Dedie juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kebangsaan agar tidak berhenti pada peringatan seremonial.
Menurutnya, pembangunan menuju kehidupan yang adil, makmur, dan sejahtera membutuhkan peran bersama.
Ia turut mengapresiasi masyarakat yang selama ini berkontribusi dalam pembangunan sekaligus menjaga persatuan di Kota Bogor.
Bagi Dedie, semangat kebangsaan yang tumbuh dari daerah dapat menjadi bagian dari energi positif untuk Indonesia.
“Dari Bogor untuk Indonesia,” katanya.
Doa lintas agama di Tugu Kujang akhirnya menjadi salah satu pesan penting dalam peringatan kemerdekaan tahun ini.
Di tengah keberagaman, masyarakat berkumpul dengan harapan yang sama, yakni persatuan tetap terjaga, warga terdampak bencana segera pulih, dan seluruh daerah dapat menjalani kehidupan dalam suasana aman serta kondusif.





