Baca Juga : Warga Curiga, Polisi Temukan 1 Juta Butir Tramadol di Gunungsindur Bogor
Namun, keberadaan kanal pengaduan tersebut harus disertai sosialisasi secara luas melalui media sosial dan media massa. Dengan begitu, warga mengetahui ke mana harus melapor ketika menemukan situs perjudian daring.
Ia juga mengingatkan bahwa kecepatan pemerintah dalam melakukan pemblokiran menjadi tantangan tersendiri.
Pasalnya, operator judi online kerap mencari celah dengan mengganti identitas maupun alamat situs setelah akses sebelumnya ditutup.
”Diblokir satu, dia akan tumbuh lagi. Diblokir lagi, dia akan tumbuh lagi. Nah, itu tidak boleh kalah cepat. Jadi pemerintah harus lebih cepat daripada mereka berganti-ganti nama,” tegasnya.
Selain persoalan akses, Mohan turut menyoroti dampak judi online yang mulai memengaruhi kehidupan sosial masyarakat Kota Bogor.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Bogor Selatan, yang berdasarkan data transaksi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tercatat memiliki nilai transaksi judi online tertinggi.
Baca Juga : Anggaran Jalan Khusus Tambang Bogor Disiapkan Lagi, Pembebasan Lahan Ditargetkan 2027
Menurutnya, persoalan judi online tidak sebatas membuat seseorang kehilangan uang. Aktivitas tersebut juga berpotensi memicu konflik rumah tangga, memperburuk kondisi ekonomi keluarga, hingga menimbulkan persoalan kesejahteraan sosial.
Dalam pembahasan bersama Diskominfo, bahkan turut disinggung adanya kasus anak yang bermain judi online, sementara orang tuanya justru kehilangan bantuan sosial karena tercatat dalam data pemain judi online.
”Dampak sosialnya sangat dirasakan masyarakat Kota Bogor,” ungkapnya.
Mohan pun mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda mencoba perjudian daring. Ia menilai, kebiasaan mengakses situs judi online dapat berkembang menjadi kecanduan dan berujung pada kerugian yang lebih besar, baik bagi diri sendiri maupun keluarga.
”Untuk masyarakat Kota Bogor, jangan coba-coba mengakses atau bermain judi online. Karena kalau sudah masuk, pasti akan terus-terusan dan akhirnya ketagihan,” pungkasnya. (Bonz)







Respon (1)