Ia menambahkan, estimasi sementara menunjukkan sebagian besar wilayah Kabupaten Bogor berisiko terdampak apabila kondisi cuaca ekstrem tersebut terus berlanjut.
Menghadapi potensi krisis air bersih yang lebih luas, BPBD berharap pemerintah pusat dapat melakukan langkah mitigasi, termasuk melalui program rekayasa cuaca.
Upaya tersebut dinilai dapat membantu mengurangi dampak kekeringan di sejumlah daerah yang terdampak paling parah.
Sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor saat ini sudah mulai merasakan dampak berkurangnya pasokan air.
Pemerintah daerah pun telah menyalurkan bantuan air bersih ke beberapa desa yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.
Desa Gunung Sari, Desa Parakan Muncang, Desa Karang Tengah, Desa Sukajaya, dan Desa Harkatjaya menjadi wilayah yang telah menerima distribusi bantuan air bersih dari pemerintah.
Data BPBD menunjukkan lebih dari 2.600 jiwa telah teridentifikasi terdampak kekeringan hingga saat ini.
Jumlah tersebut diperkirakan dapat bertambah apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dan intensitas El Nino terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang.





