Selain itu, Helaran Pajajaran juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter masyarakat.
Pemerintah Kota Bogor ingin pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan nilai dan jati diri masyarakat.
Baca Juga: Festival Flona Perdana Hadir di Kota Bogor, Pameran Tanaman hingga Satwa Curi Perhatian Warga
Dedie menjelaskan masyarakat perlu memahami asal usul Kota Bogor agar nilai nilai yang diwariskan para leluhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, ia juga menyinggung filosofi Tritangtu yang tercantum dalam naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian.
Filosofi tersebut menggambarkan keseimbangan antara pemimpin, adat, dan nilai spiritual sebagai landasan kehidupan masyarakat Sunda.
Menurutnya, nilai nilai itu menjadi pedoman yang membentuk karakter masyarakat Bogor yang santun, menjunjung budi pekerti, dan mampu menjaga kehidupan yang harmonis.
Helaran Pajajaran tahun ini juga hadir dengan konsep berbeda dibanding kirab budaya pada peringatan Hari Jadi Bogor sebelumnya.
Jika sebelumnya hanya menampilkan parade peserta dari kecamatan maupun komunitas, kali ini masyarakat disuguhkan teatrikal berjalan yang mengangkat kisah perjalanan Prabu Siliwangi, Kerajaan Pajajaran hingga Pakuan.
Konsep tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.





