Sejak sore hari kawasan penyelenggaraan telah dipenuhi warga yang ingin menyaksikan jalannya helaran.
Dedie menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi sinyal bahwa Helaran Pajajaran diterima sebagai wajah baru peringatan Hari Jadi Bogor.
Ia berharap tradisi yang dimulai pada 2026 itu terus berkembang dan menjadi agenda budaya yang selalu dinantikan setiap tahun.
Di akhir sambutannya, Dedie kembali mengingatkan bahwa kemajuan daerah harus dibangun melalui keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan manusia.
“Kita harus lebih mengedepankan adab dan sikap perilaku. Tidak saling mencerca, tidak saling menghina, melainkan saling mendukung, saling menghormati, dan bersatu demi kemajuan negeri,” katanya.





