“Pertarungan sebenarnya adalah di Tiongkok, tempat Huawei menguasai hampir 80% perangkat lipat,” kata Jeronimo, dikutip BBC.
Bukan sekadar membuat orang penasaran
Tantangan Apple bukan hanya menghadirkan teknologi yang menarik perhatian. Perusahaan harus membuat konsumen merasa perubahan dari iPhone konvensional ke perangkat lipat memang sepadan dengan harga yang harus dibayar.
Carolina Milanesi, analis Creative Strategies yang menghadiri presentasi Apple, menilai perangkat foldable memang memiliki daya tarik tersendiri. Namun, perpindahan dari ponsel tradisional juga membawa perubahan terhadap kebiasaan penggunaan.
“Perangkat lipat adalah perangkat yang menarik. Banyak orang yang terpikat olehnya,” ujar Milanesi. Ia menambahkan bahwa perangkat lunak dan kurva pembelajaran ketika berpindah dari ponsel tradisional ke ponsel lipat merupakan tantangan nyata.
Hal itu menjadi pekerjaan rumah penting bagi Apple. Selama bertahun-tahun, konsumen telah terbiasa dengan bentuk, antarmuka, dan cara penggunaan iPhone. Layar yang dapat dilipat harus menawarkan manfaat yang cukup nyata agar perubahan tersebut terasa layak.
Dipanjan Chatterjee, analis Forrester, bahkan memperingatkan bahwa iPhone Duo berpotensi lebih banyak berfungsi sebagai simbol status dibandingkan mesin pertumbuhan baru bagi Apple.





Respon (1)