Baca Juga: Kejari Kabupaten Bogor Segera Tetapkan Tersangka Korupsi RSUD Parung, ASN Dipastikan Ikut Terseret
Aktivitas tersebut menghasilkan sekitar 81,17 juta kilogram emisi CO₂ per hari.
Gambaran itu menunjukkan konsumsi BBM yang masih sangat tinggi sekaligus besarnya tekanan terhadap lingkungan.
Jika pola mobilitas tidak berubah, masyarakat berisiko menghadapi dua persoalan sekaligus.
Pengeluaran transportasi berpotensi meningkat ketika harga atau pasokan BBM terganggu, sementara emisi karbon terus bertambah.
Karena itu, perubahan kebiasaan menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan.
Menggunakan transportasi umum menjadi cara paling sederhana.
MRT, KRL, dan bus mampu mengangkut banyak penumpang dalam satu perjalanan sehingga penggunaan energi jauh lebih efisien dibandingkan kendaraan pribadi.
Bila transportasi umum belum tersedia, berbagi kendaraan atau carpooling dengan rekan kerja juga dapat menjadi pilihan.
Cara ini mampu mengurangi konsumsi BBM per orang sekaligus mengurangi jumlah kendaraan di jalan.
Pilihan lain adalah menerapkan pola kerja hybrid. Bekerja dari rumah beberapa hari dalam sepekan membuat kebutuhan perjalanan berkurang sehingga konsumsi bahan bakar ikut menurun.
Sementara bagi masyarakat yang masih mengandalkan kendaraan pribadi, memilih kendaraan yang lebih hemat energi dapat menjadi solusi jangka menengah.





