“Ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Tidak ada alasan teknis maupun yuridis ketika akses masyarakat penting dan strategis,” ujarnya.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Pemerintah Kota Bogor menggelar serangkaian dialog dengan warga dari kedua kelurahan.
Baca Juga: Angka Stunting di Babakan Pasar Turun Tajam, Jenal Mutaqin Sebut Peran Donatur Sangat Penting
Proses itu melibatkan lurah, camat, perangkat daerah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pertemuan di Balai Kota Bogor.
Hasilnya, pembangunan akhirnya dapat dimulai.
Jenal menyebut progres pekerjaan sudah melampaui target awal sehingga optimistis proyek dapat diselesaikan dalam waktu 26 minggu.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga meminta kontraktor melibatkan masyarakat sekitar.
Sebanyak 40 warga direkrut sebagai tenaga kerja secara bertahap sesuai kebutuhan proyek.
Jenal juga meminta aktivitas ekonomi warga ikut merasakan manfaat pembangunan.
Ia mendorong pekerja proyek memanfaatkan kantin dan warung milik warga di sekitar lokasi sehingga perputaran ekonomi lokal ikut tumbuh.
Di sisi lain, aspek keamanan juga menjadi perhatian. Nantinya jembatan akan dilengkapi portal untuk mengatur jam operasional sesuai kesepakatan bersama warga.
Pemerintah juga berencana melibatkan warga setempat sebagai petugas keamanan.
Jembatan tersebut memiliki bentang sekitar 48 meter dengan lebar bersih 1,8 meter atau sekitar 2,4 meter termasuk struktur penyangga.





