Materi edukasi yang akan disampaikan mencakup bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang, pencegahan pernikahan dini, upaya menekan stunting, hingga pentingnya membangun pola hidup sehat serta merencanakan pendidikan dan karier sejak usia muda.
“Tentang bahaya pernikahan dini, bahaya stunting, kemudian bagaimana pola hidup sehat, bagaimana cara menata pendidikan dan karier. Jadi Duta GenRe ini nanti akan mengampanyekan hal tersebut, baik di tingkat wilayah maupun ke sekolah-sekolah,” katanya.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bogor Marse Hendra Saputra mengatakan antusiasme peserta pada tahun ini cukup tinggi. Sebanyak 127 remaja mendaftar dan mengikuti proses seleksi yang berlangsung sejak April 2026.
Dari jumlah tersebut, panitia menetapkan 29 finalis setelah melalui tahapan administrasi, wawancara, unjuk bakat, hingga pembekalan intensif.
Marse mengatakan Duta GenRe yang terpilih akan mewakili Kota Bogor pada ajang tingkat Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, DPPKB juga memberikan penghargaan kepada PIK R terbaik yang berasal dari komunitas, kelurahan, maupun sekolah.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Final Showdown Adujak GenRe Luminary Academy 2026 Rahmadandi Prayuda Kahfi menjelaskan seluruh finalis juga menjalani masa karantina sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.




