“Saya ingin warga Bogor itu semuanya punya hati nurani. Kalau ada yang nyebrang, apa salahnya sih? Cuma satu menit nyebrang, apa salahnya? Kasih lah. Nanti di sini sudah pakai lampu, sudah pakai rambu. Kita belajar lah, belajar bagaimana kota ini kota yang manusiawi,” ujarnya.
Sebelumnya, JPO Paledang sudah resmi ditutup sejak 20 Agustus 2025.
Baca Juga: Sambut HJB ke 544, Pemkot Bogor Gelar Khitan Gratis untuk Warga
Penutupan dilakukan setelah hasil uji kelayakan konstruksi dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan jembatan tersebut tidak lagi layak digunakan.
Dalam hasil kajian, kondisi fisik JPO dinilai tidak memenuhi aspek keselamatan pengguna.
Salah satu temuan utama ialah kemiringan anak tangga yang mencapai lebih dari 30 derajat sehingga berisiko bagi ibu hamil, lanjut usia, hingga penyandang disabilitas.
Pemkot Bogor berharap perubahan fasilitas penyeberangan ini bisa mendorong terciptanya sistem transportasi perkotaan yang lebih tertib sekaligus lebih berpihak kepada pejalan kaki.





