Pemkot Bogor mengupayakan modifikasi cuaca agar hujan dapat turun di kawasan TPAS Galuga.
Baca Juga: Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan dan 3 Awak Kapal yang Hilang di Selat Sunda
Dedie menyebut hujan menjadi salah satu harapan utama untuk membantu mengendalikan kebakaran, terlebih kondisi kemarau panjang masih berlangsung.
“Memang harapan yang utama turunnya hujan,” ujarnya.
Selain IPB dan BRIN, Pemkot Bogor juga berkomunikasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat untuk memperoleh tambahan personel, logistik dan peralatan.
Water Bombing Masih Dilakukan
Di lokasi, petugas gabungan Pemkot Bogor dan Pemkab Bogor masih melakukan pemadaman dan pendinginan. Penanganan dilakukan menggunakan alat berat, penyemprotan air serta water bombing.
Luasnya area TPAS Galuga dan kondisi medan yang berbukit serta terjal membuat penanganan membutuhkan kekuatan bersama.
Dedie mengingatkan kebakaran yang tidak segera dikendalikan dapat berdampak terhadap kualitas udara.
“Kalau tidak ditangani secara bersama-sama, kualitas udara pasti akan semakin memburuk,” katanya.
Pemkot Bogor juga terus mencari sumber air dari sejumlah titik di sekitar lokasi. Berbagai potensi penanggulangan bencana akan dilibatkan untuk mengendalikan titik-titik api yang masih tersisa.
Hingga Jumat malam, kebakaran TPAS Galuga masih dalam penanganan. Petugas gabungan bekerja secara bergantian untuk memadamkan dan mendinginkan area yang terbakar.






Respon (1)