Situasi kemudian memanas setelah terjadi adu fisik dengan kelompok yang disebut mengamankan kepentingan perusahaan yang mengklaim memiliki hak atas lahan tersebut.
Akibat insiden itu, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Baca Juga: Google Assistant Pamit, Jutaan Pengguna Android Bakal Dialihkan ke Gemini
Menyikapi kondisi tersebut, Polres Bogor meminta semua pihak menahan diri dan tidak mengambil tindakan yang justru memperburuk keadaan.
Wikha menegaskan penyelesaian sengketa lahan seharusnya ditempuh melalui dialog maupun mekanisme hukum, bukan dengan aksi kekerasan di lapangan.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengerahkan kelompok tambahan, melakukan perusakan, ataupun tindakan lain yang berpotensi memicu bentrokan baru.
Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi prioritas agar proses penyelesaian sengketa dapat berjalan tanpa tekanan maupun gangguan di lapangan.
Polres Bogor, lanjut Wikha, terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor serta TNI untuk memastikan kondisi di Tamansari tetap terkendali selama proses penyelesaian sengketa berlangsung.
“Kami berharap seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Hingga saat ini, aparat keamanan masih bersiaga di sekitar lokasi sengketa sebagai langkah antisipasi sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah tersebut.





