Baca Juga: Konflik Lahan Sukajaya Kabupaten Bogor Belum Usai, Polisi Minta Semua Pihak Tahan Diri
Setelah struktur pondasi siap, pekerjaan akan berlanjut ke pembangunan bagian utama jembatan hingga akses jalan yang menghubungkannya dengan ruas di kedua sisi.
Dengan kata lain, proyek ini mulai memasuki fase yang akan menentukan bentuk fisik jembatan ke depan.
Berbeda dengan Situ Nanggerang, pekerjaan di Jembatan Pasanggrahan lebih diarahkan untuk memperkuat struktur yang sudah ada.
Penguatan dilakukan agar jembatan mampu menghadapi mobilitas kendaraan yang terus meningkat. Faktor keamanan dan daya dukung menjadi perhatian utama dalam pekerjaan tersebut.
Jika kapasitas dan kondisi jembatan dapat ditingkatkan, arus kendaraan di kawasan Bomang diharapkan bisa bergerak lebih lancar.
Targetnya pun cukup jelas. Jika tidak ada kendala berarti dalam proses pengerjaan, kedua proyek tersebut diproyeksikan selesai pada akhir 2026.
Pemkab Bogor melihat pembangunan dua jembatan ini memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar mengurangi antrean kendaraan.
Konektivitas antarkawasan yang semakin baik diharapkan membuat pergerakan masyarakat menjadi lebih efisien.
Waktu tempuh yang lebih terkendali juga bisa memberikan efek domino terhadap aktivitas perdagangan, distribusi barang, hingga kegiatan ekonomi warga di sekitar jalur tersebut.





