Menurut Ajat, sesuai arahan Bupati Bogor, Hari Jadi Bogor harus menjadi pesta masyarakat, bukan hanya agenda pemerintah daerah.
Karena itu, keterlibatan warga menjadi ukuran penting keberhasilan penyelenggaraan tahun ini.
Ajat menambahkan Hari Jadi Bogor juga menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan publik dan membangun hubungan yang lebih baik antara pemerintah dengan masyarakat.
Ia menegaskan pemerintah terus berupaya merespons berbagai aspirasi yang disampaikan warga, termasuk melalui media sosial dan media massa.
Ia berharap semangat kolaborasi yang terbangun selama Hari Jadi Bogor ke 544 dapat terus dipertahankan sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kekuatan masyarakat, media, dan seluruh elemen untuk bersama sama membangun Kabupaten Bogor,” katanya.
