Seluruh koleksi nantinya akan disimpan secara terpisah sebagai bentuk penghormatan terhadap kekhasan setiap daerah dan dipamerkan agar dapat disaksikan masyarakat.
Selain menghadirkan simbol persatuan, peringatan HJB ke 544 juga memperkenalkan dua kereta kencana bernuansa Kerajaan Pajajaran.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Bogor Beri Tenggat Sepekan untuk Selesaikan Sengketa Lahan 10 Hektare di Gunungputri
Kereta Garuda Paksi Wisesa melambangkan keperkasaan yang tetap berwibawa.
Sementara Gading Puspakara menggambarkan perpaduan kekuatan dan keindahan yang menjadi simbol pertumbuhan serta kemajuan.
Yudi menjelaskan kedua kereta tersebut akan menjadi bagian dari koleksi budaya Kabupaten Bogor yang nantinya dapat dinikmati masyarakat sebagai upaya memperkenalkan kembali warisan budaya Sunda.
Rangkaian Hari Jadi Bogor tahun ini ditutup dengan Helaran budaya yang berlangsung meriah.
Ribuan warga dari Kabupaten Bogor maupun Kota Bogor memadati kawasan Alun Alun Tegar Beriman untuk menyaksikan berbagai pertunjukan, mulai dari Rampak Silat Jampang hingga parade budaya yang menampilkan potensi dari 40 kecamatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan seluruh rangkaian Hari Jadi Bogor yang dimulai sejak 10 Mei 2026 berjalan lancar dengan partisipasi masyarakat yang tinggi.
Berbagai agenda digelar selama hampir dua bulan, mulai dari Bogor Run, festival budaya, upacara Hari Jadi Bogor di Mahesari, hingga Helaran budaya sebagai acara puncak.
