Disebutkan pula bahwa mikroplastik yang masuk ke tubuh dapat terakumulasi di sejumlah organ.
Sebelumnya, terdapat studi yang memperkirakan masyarakat Indonesia dapat menelan sekitar 15 gram mikroplastik setiap bulan, atau setara dengan berat tiga kartu ATM.
Temuan mengenai teh celup ini menambah perhatian terhadap sumber paparan mikroplastik yang mungkin berasal dari aktivitas sehari-hari, termasuk cara mengonsumsi makanan dan minuman.
Cara Mengurangi Paparan
Bagi masyarakat yang ingin mengurangi potensi paparan, teh daun atau loose leaf tea dapat menjadi salah satu pilihan karena tidak menggunakan kantong teh saat proses penyeduhan.
Cara menyeduh juga dapat diperhatikan. Penggunaan suhu air yang tidak terlalu tinggi dan menghindari perendaman kantong teh terlalu lama disebut dapat menjadi langkah untuk membatasi paparan dari material kemasan.
Selain itu, konsumen dapat mulai memperhatikan bahan yang digunakan pada kantong teh dan memilih produk dengan informasi kemasan yang lebih jelas.
Temuan ini tidak serta-merta berarti setiap minuman teh celup harus dihindari.
Namun, penelitian tersebut menjadi pengingat bahwa bahan kemasan dan proses penyeduhan juga perlu mendapat perhatian, terutama ketika berkaitan dengan paparan mikroplastik.






Respon (1)