“Mudah mudahan, lelang pekerjaannya sudah selesai dan mulai dilaksanakan di Bulan Juni dengan total besar anggaran Rp73 miliar,” katanya.
Sementara itu, di wilayah timur, Dinas PU akan membangun jalan yang menghubungkan Jalan Singasari di Jonggol dengan Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur.
Proyek tersebut disiapkan untuk mendukung pengembangan kawasan ekonomi baru sekaligus menunjang rencana wilayah calon daerah otonomi baru Bogor Timur.
Baca Juga: HJB ke-544 Makin Dekat, Jalan Nanggung Malasari Ditambal Massal
Untuk pembangunan jalan tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar.
“Jalan tersebut diperuntukkan untuk sentra ekonomi baru dan calon ibu kota daerah otonomi baru Bogor Timur dengan total besar anggaran Rp10 miliar,” ujar Gantara.
Di wilayah Bogor Barat, fokus pembangunan diarahkan pada pembebasan lahan Jalan Rancabungur Leuwiliang serta jalan khusus tambang yang membentang dari Cigudeg, Rumpin hingga Parungpanjang.
Pemkab Bogor menyiapkan anggaran sebesar Rp150 miliar untuk mendukung proses pembebasan lahan dua proyek tersebut.
Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat penanganan persoalan mobilitas warga sekaligus mengurangi dampak lalu lintas kendaraan tambang di jalur umum.
Dengan alokasi Rp531 miliar pada 2026, Dinas PU Kabupaten Bogor menargetkan proyek strategis tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran, mulai dari pembangunan jembatan, pembukaan akses ekonomi baru di Bogor Timur, hingga persiapan jalan khusus tambang di wilayah barat.





