Sebagian penjual terpaksa menawarkan minyak goreng nonsubsidi dengan harga lebih tinggi dari harga acuan MinyaKita.
Saat ini Harga Eceran Tertinggi MinyaKita berada di angka Rp15.700 per liter.
Namun di lapangan, minyak goreng nonsubsidi dijual berkisar Rp17 ribu hingga Rp20 ribu per liter.
“Karena kelangkaan ini, sebagian pedagang menjual minyak goreng nonsubsidi dengan harga berkisar Rp17.000 hingga Rp20.000 per liter,” kata Anton.
Disdagin menduga kelangkaan dipicu kombinasi beberapa faktor, mulai dari keterlambatan pengiriman produsen, rantai distribusi yang panjang, hingga kenaikan harga Crude Palm Oil atau CPO di pasar global.
Untuk meredam gejolak harga, Pemkab Bogor melakukan sidak pasar dan berkoordinasi dengan Perum Bulog guna menambah pasokan.
Selain itu, operasi pasar murah juga disiapkan di sejumlah titik rawan, termasuk kawasan Pasar Cibinong.




