INFOLADISHA – Kelangkaan MinyaKita mulai terasa di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bogor.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian langsung turun ke lapangan untuk mengecek stok, setelah harga minyak goreng di pasaran melonjak hingga Rp20 ribu per liter.
Pemantauan dilakukan Rabu 22 April 2026 di beberapa titik yang dilaporkan mengalami pasokan terbatas dan barang cepat habis.
Pasar yang masuk daftar pemantauan antara lain Cibinong, Cileungsi, Parung, dan Leuwiliang.
Karena tentu tak ada yang lebih menegangkan dari berburu minyak goreng di negeri produsen sawit.
Baca Juga: 14 Anggota Satpol PP Bogor Jadi Korban Gadai SK, Pemkot Turun Tangan Benahi Kerugian
Kepala Bidang Tertib Niaga Disdagin Kabupaten Bogor Anton Sudjana mengatakan pihaknya menerima laporan kelangkaan MinyaKita sepanjang April.
“Hari ini kami melaksanakan pemantauan lapangan terkait kondisi stok MinyaKita di pasar-pasar yang persediaannya terbatas dan cepat habis, seperti di Cibinong, Cileungsi, Parung, dan Leuwiliang,” ujar Anton.
Menurut dia, gangguan pasokan terjadi akibat distribusi yang tersendat pada jalur pasok wilayah Bogor Raya.
Kondisi itu membuat stok di pasar cepat menipis dan sulit dipenuhi dalam waktu singkat.
Dampaknya langsung terasa di tingkat pedagang.
Baca Juga: Penataan PKL di Bogor Meluas, Bupati Pastikan Pedagang Tetap Dibina




