Pada sektor pencahayaan misalnya, Kawasaki menggunakan desain lampu yang lebih sederhana.
Baca Juga: Mobil Brebet dan Susah Starter Bisa Jadi Ada Masalah di Filter Bensin
Karakter lampu depan dan DRL terlihat lebih ringkas dengan nuansa sporty yang tidak terlalu agresif.
Brusky 125 juga sudah dibekali socket pengisian daya untuk mendukung kebutuhan pengguna saat berkendara.
Fitur praktis ini menjadi nilai tambah bagi pengendara yang kerap menggunakan smartphone selama perjalanan.
Perbedaan paling mencolok justru ada di sektor dapur pacu.
Jika Honda Vario 125 mengandalkan mesin berpendingin cairan, Brusky 125 menggunakan mesin 125 cc SOHC satu silinder berpendingin udara.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga 7,0 kW dan torsi 10 Nm.
Motor ini memiliki bobot 108 kilogram, kapasitas tangki bahan bakar 5,1 liter, tinggi jok 760 mm, serta menggunakan velg berukuran 14 inci.
Konsep mesin berpendingin udara membuat konstruksi kendaraan lebih sederhana.
Selain itu, biaya perawatan jangka panjang berpotensi lebih rendah dibanding mesin dengan sistem pendingin cairan.
Yang menarik, harga menjadi salah satu aspek yang paling banyak disorot.
Kawasaki Brusky 125 dipasarkan dengan banderol Rp26,5 juta OTR Jakarta.
Angka tersebut berada di atas harga Honda Vario 125 CBS terbaru yang saat ini masih berada di kisaran Rp24 jutaan.





