Respons kemudi pun tidak selalu menyerupai ban dengan pola tapak yang lebih rapat.
Baca Juga: Api Besar Muncul di Exit Tol Baranangsiang Bogor, Damkar Turun Tangan
Karena itu, memilih ban dual purpose sebaiknya tidak hanya melihat bentuknya. Kompon karet, konstruksi ban, ukuran, indeks beban, serta rekomendasi dari pabrikan tetap perlu menjadi pertimbangan.
Hal ini juga berlaku ketika motor sering dipakai saat hujan. Kemampuan ban di permukaan basah tidak bisa dinilai hanya dari seberapa agresif bentuk tapaknya.
Kalau Salah Pilih, Ban Bisa Cepat Terkikis
Penggunaan di aspal secara dominan juga dapat memengaruhi usia pakai ban, terutama pada model dengan pola tapak tertentu. Kondisi tersebut bisa semakin terasa jika tekanan angin tidak sesuai.
Tekanan terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama dapat membawa pengaruh pada stabilitas motor, kenyamanan, pengereman, hingga umur ban.
Karena itu, ban dual purpose bukan berarti bisa dipasang lalu digunakan dengan pengaturan sembarangan. Perawatannya tetap harus mengikuti kebutuhan dan rekomendasi yang sesuai.
Jadi, Cocok atau Tidak untuk Motor Harian?
Jawabannya bergantung pada rute sehari-hari.
Bila sebagian besar perjalanan dilakukan di aspal dan jalan tanah hanya sesekali dilalui, ban dual purpose dengan karakter yang lebih berorientasi ke jalan raya bisa menjadi pilihan yang lebih masuk akal.






Respon (1)