Draconid juga memiliki karakter berbeda dari kebanyakan hujan meteor.
Waktu pengamatan terbaik justru datang tak lama setelah langit gelap, bukan menjelang pagi.
Pada malam yang sama, Saturnus dapat terlihat di bagian selatan langit.
12 Oktober, kesempatan mencari Merkurius
Beberapa hari kemudian, giliran Merkurius menjadi perhatian.
Planet yang terkenal sulit diamati karena selalu berada dekat Matahari itu akan mencapai elongasi timur terbesar pada 12 Oktober.
Posisi ini membuat Merkurius berada pada jarak sudut paling jauh dari Matahari jika dilihat dari Bumi, sehingga peluang untuk menemukannya setelah Matahari terbenam menjadi lebih besar.
Pengamatan dilakukan ke arah ufuk barat sesaat setelah Matahari benar-benar tenggelam. Bulan sabit juga akan tampak di dekat Merkurius.
Peluang pengamatan disebut lebih baik dari belahan Bumi selatan.
Namun, Merkurius tetap dapat terlihat dari Amerika Serikat apabila pandangan ke arah ufuk barat tidak terhalang.
Jika menggunakan teleskop atau teropong, pengamatan baru sebaiknya dilakukan setelah Matahari benar-benar berada di bawah ufuk.
Orionid datang pada 21-22 Oktober
Pertengahan menuju akhir bulan akan diisi hujan meteor Orionid.
Puncaknya berlangsung pada malam 21 Oktober hingga pagi 22 Oktober.
Orionid memiliki asal-usul yang menarik. Meteor ini berasal dari serpihan kecil yang ditinggalkan Komet Halley ketika melintasi tata surya.






Respon (1)