Namanya diambil dari rasi Orion karena meteor-meteor tersebut tampak seolah berasal dari kawasan rasi itu.
Namun, jejaknya dapat melintas di berbagai bagian langit.
Dalam kondisi gelap, Orionid dapat menghasilkan hingga sekitar 20 meteor per jam.
Tahun ini, cahaya Bulan yang semakin terang berpotensi membuat meteor yang lebih redup sulit terlihat.
Karena itu, waktu pengamatan yang disarankan adalah beberapa jam sebelum fajar, setelah Bulan terbenam.
Tempat dengan polusi cahaya rendah akan memberikan peluang pengamatan yang lebih baik.
Mata juga perlu diberi waktu untuk beradaptasi dengan kondisi gelap sebelum mulai mencari jejak meteor.
Tutup Oktober dengan Bulan dan Pleiades
Menjelang akhir bulan, pemandangan langit berubah dari kilatan meteor menjadi pertemuan dua objek yang lebih tenang.
Pada 27-28 Oktober, Bulan akan tampak berdekatan dengan Pleiades, gugus bintang yang juga dikenal sebagai Seven Sisters.
Pleiades dapat ditemukan dengan mengarahkan pandangan ke timur pada malam hari.
Seiring waktu, Bulan dan gugus bintang tersebut akan semakin tinggi di langit.
Dari Bumi, Pleiades tampak sebagai kumpulan sekitar enam hingga tujuh bintang yang samar.
Gugus ini dapat diamati tanpa alat bantu dan dikenal luas karena dapat dilihat dari hampir seluruh penjuru Bumi.
Teropong atau teleskop akan membantu memperlihatkan susunan bintang-bintangnya dengan lebih jelas.






Respon (1)