Artinya bukan cuma ilmuwan di laboratorium yang terdampak.
Baca Juga: Belum Daftar PSE, Wikipedia Terancam Diblokir Komdigi
Bagian gudang, distribusi, hingga operasional harian juga ikut disentuh algoritma.
Karena tentu saja, spreadsheet pun kini ingin berkuasa.
Novo Nordisk menyebut program percontohan akan dijalankan di sejumlah departemen, termasuk riset, manufaktur, dan operasional komersial.
Integrasi penuh ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Perusahaan juga menegaskan penggunaan AI akan berada dalam kerangka perlindungan data yang ketat, tata kelola yang jelas, serta pengawasan manusia agar tetap etis dan sesuai regulasi.
CEO OpenAI Sam Altman menyebut sektor ilmu hayati menjadi salah satu bidang yang paling berpotensi mendapat manfaat besar dari AI.
“AI sedang mentransformasi berbagai industri, dan dalam bidang ilmu hayati, teknologi ini dapat membantu manusia hidup lebih baik dan lebih lama,” ujar Sam Altman.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Novo Nordisk diharapkan bisa mempercepat penemuan ilmiah, membuat operasional global lebih cerdas, dan membentuk ulang masa depan penanganan pasien.
Kerja sama ini menunjukkan persaingan industri farmasi tak lagi hanya soal laboratorium dan paten.
Kini, keunggulan juga ditentukan oleh siapa yang paling cepat mengolah data dan menerjemahkannya menjadi terapi nyata.




