Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, kemampuan hotel untuk bertahan akan semakin terbatas.
Jam kerja karyawan mulai dipangkas
Tekanan biaya tersebut akhirnya merembet ke tenaga kerja. Dodi mengatakan sejumlah hotel telah mengatur ulang jam kerja karyawan sebagai langkah efisiensi.
Salah satu pola yang diterapkan adalah sistem kerja bergantian, seperti satu pekan bekerja dan satu pekan libur.
Kebijakan itu, menurut Dodi, terlebih dahulu dibicarakan dengan para karyawan.
Langkah tersebut ditempuh karena manajemen hotel kesulitan menanggung seluruh biaya operasional.
Pengurangan beban tenaga kerja menjadi salah satu pilihan yang relatif cepat dilakukan ketika pendapatan tidak lagi sebanding dengan pengeluaran.
“Yang paling mudah untuk dikurangi itu ya dari gaji karyawan,” tuturnya.
Sekretaris Jenderal PHRI Kabupaten Bogor Boboy Ruswanto mengatakan persoalan utama hotel saat ini adalah mempertahankan operasional agar tetap berjalan.
Bahkan, kebutuhan rutin seperti membayar gaji karyawan, listrik, hingga internet sudah menjadi tantangan bagi pemilik hotel di Kabupaten Bogor.
“Sebab, dalam kondisi saat ini, untuk membayar gaji karyawan, listrik, dan internet saja sudah menjadi tantangan besar bagi para pemilik hotel yang ada di Kabupaten Bogor ini,” kata Boboy.
Dodi mengingatkan, apabila tekanan terhadap industri tidak mereda, potensi penutupan hotel semakin terbuka.





