Dishub juga mulai memasang beton penghalang untuk memastikan akses perlintasan tidak digunakan kembali.
Namun, pemasangan pada tahap awal belum sepenuhnya maksimal karena keterbatasan material yang tersedia.
Ridwan menyebutkan, sementara ini terdapat delapan balok beton yang dipasang pada satu jalur. Penambahan penghalang masih dimungkinkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Di sisi lain, Dheri mengingatkan bahwa pembatasan akses tidak hanya berlaku bagi kendaraan. Pejalan kaki juga diharapkan tidak lagi menyeberang melalui perlintasan kereta tersebut.
Menurut dia, setelah pembangunan dan penataan di lokasi dilakukan, tidak tersedia lagi opsi bagi pejalan kaki untuk menyeberang melalui jalur lama.
Karena itu, masyarakat yang biasa melintasi Jalan MA Salmun diimbau mencari rute alternatif dan mengikuti pengaturan lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung.
Penutupan perlintasan ini menjadi tahap awal menuju pembangunan JPO yang ditujukan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat.
Selama proses tersebut, kelancaran mobilitas warga Kampung Ardio tetap menjadi perhatian melalui pemberian akses khusus yang dijaga petugas setempat.





