Ia juga mengklaim sebagian massa membawa senjata tajam.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 16 warga disebut mengalami luka-luka. Dua orang di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami cedera serius.
“Anjar mengalami luka robek di bagian wajah, sedangkan Asep masih menjalani pemeriksaan karena mengeluhkan nyeri di dada dan kesulitan bernapas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan,” kata Agus.
Kesaksian serupa disampaikan seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan dengan nama Una. Ia mengaku menjadi korban pengeroyokan saat mencoba menghalangi alat berat.
Menurutnya, dirinya sempat berdiri di depan alat berat agar kendaraan itu berhenti, tetapi justru dikepung oleh sekelompok orang sebelum akhirnya diselamatkan warga lain.
Ia juga mengklaim sejumlah perempuan lanjut usia ikut menjadi korban kekerasan saat kericuhan berlangsung.
Agus turut mengkritik penanganan aparat di lokasi. Ia mengaku polisi datang ketika bentrokan sudah terjadi, namun situasi belum langsung terkendali.
Ia juga menuding seorang warga sempat mendapat tindakan kekerasan dari aparat. Tuduhan tersebut belum mendapat tanggapan dari pihak kepolisian.
Setelah warga yang terluka dievakuasi, situasi perlahan mereda.
Meski begitu, Agus menyebut sebagian massa masih bertahan di sekitar lahan dan rumah warga hingga siang hari.





