Jika sesuai jadwal, sekitar 450 pedagang akan menempati kios secara bertahap mulai September 2026.
Baca Juga: Bos Perumda Pasar Pakuan Jaya Pilih Mundur, DPRD Bogor Minta Pemkot Jangan Salah Langkah
Tidak hanya pedagang lama, pemerintah juga menyiapkan ruang bagi pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di sekitar kawasan, termasuk penjual onderdil, barang bekas, telepon seluler hingga berbagai barang loakan.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidi, memastikan relokasi dilakukan agar aktivitas perdagangan tidak lagi meluas ke trotoar.
Puluhan lapak yang masih tersedia akan diprioritaskan untuk menampung para pedagang tersebut sehingga seluruh kegiatan jual beli terpusat di dalam pasar.
Di sisi lain, Pasar Merdeka juga dipersiapkan memiliki fungsi yang lebih luas dibanding pasar tradisional pada umumnya.
Selain menjual kebutuhan harian seperti sayur, buah, ikan, daging, dan ayam, bangunan ini akan dilengkapi sentra onderdil serta area barang bekas dalam satu kawasan yang terintegrasi.
Revitalisasi juga menyasar pemanfaatan lantai dua sebagai ruang yang lebih hidup.
Area tersebut dirancang menjadi pusat kuliner, kafe, ruang kerja bersama, hingga wadah bagi pelaku ekonomi kreatif.
Konsep ini diharapkan membuat Pasar Merdeka tetap ramai, bahkan di luar jam belanja kebutuhan pokok.





