Info Kesehatan

Sering Geretakkan Gigi Saat Tidur? Kenali Bruxism dan Dampaknya bagi Kesehatan

×

Sering Geretakkan Gigi Saat Tidur? Kenali Bruxism dan Dampaknya bagi Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Beberapa jenis obat yang memengaruhi sistem saraf pun bisa menjadi pemicu.

Jika tidak ditangani, bruxism dapat menyebabkan gigi aus, retak, nyeri rahang, sakit kepala, hingga gangguan pada sendi rahang.

Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko memicu gangguan temporomandibular joint atau TMJ yang membuat mengunyah dan berbicara terasa tidak nyaman.

Dampaknya tidak berhenti pada fisik.

Kurang tidur akibat bruxism bisa memperburuk suasana hati, membuat seseorang lebih mudah marah, sulit fokus, dan merasa lelah sepanjang hari.

Pada beberapa kasus, kondisi ini juga berkaitan dengan kecemasan serta depresi ringan.

Penanganan bruxism bergantung pada penyebabnya.

Salah satu cara yang umum dilakukan adalah memakai pelindung gigi saat tidur untuk mencegah gesekan.

Manajemen stres juga penting, misalnya melalui olahraga rutin, meditasi, atau terapi psikologis.

Selain itu, menjaga pola tidur yang cukup dan berkualitas dapat membantu menurunkan risiko.

Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol terutama menjelang tidur juga disarankan.

Jika keluhan berlanjut, pemeriksaan ke dokter gigi atau tenaga medis perlu dilakukan agar penyebab utama bisa ditangani lebih tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *