Psikiater Kailas Roberts menjelaskan bahwa tempat yang familiar cenderung lebih mudah dipertahankan dalam memori dibandingkan informasi jangka pendek.
Prinsipnya sederhana, daripada menghafalkan informasi sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, berikan otak sebuah kaitan yang bisa dikenali kembali.
Sesuatu yang lucu justru bisa lebih melekat
Informasi yang terasa biasa saja mudah bercampur dengan informasi lain.
Sebaliknya, sesuatu yang tidak biasa, mengejutkan, atau mengandung humor cenderung lebih menarik perhatian.
Karakteristik itu dapat dimanfaatkan untuk mengingat hal-hal yang penting.
Nama, daftar pekerjaan, atau materi pelajaran misalnya dapat diubah menjadi singkatan, cerita pendek, atau asosiasi yang sengaja dibuat lucu.
Semakin berbeda kaitannya dari informasi biasa, semakin mudah informasi tersebut memiliki “penanda” tersendiri dalam ingatan.
Tantang otak dengan sesuatu yang belum dikuasai
Rutinitas memang membuat banyak aktivitas menjadi lebih mudah. Namun, mempelajari sesuatu yang benar-benar baru memberi otak tantangan yang berbeda.
Bahasa asing, alat musik, atau keterampilan baru dapat menjadi pilihan.
Aktivitas semacam ini membuat seseorang harus memproses informasi yang belum familiar dan mempelajari pola baru.
Menurut Kailas Roberts, aktivitas yang tidak familiar dapat membantu mendorong pembentukan sirkuit saraf baru dan mendukung cadangan kognitif.






Respon (1)