Dari sisi kesehatan mental, manfaat me time juga tidak bisa diabaikan.
Mengurangi stres, membantu memperbaiki kualitas tidur, hingga menekan rasa cemas menjadi beberapa dampak positif yang bisa dirasakan.
Ketika kondisi mental lebih baik, hubungan pernikahan pun ikut mendapatkan manfaatnya.
Agar me time tidak menimbulkan salah paham, pasangan perlu menyepakati cara menerapkannya.
Salah satunya dengan menjadwalkan waktu secara rutin.
Durasi sekitar 30 hingga 60 menit setiap hari sudah cukup membantu menjaga keseimbangan emosional.
Bagi pasangan yang sudah memiliki anak, waktu tersebut dapat dilakukan secara bergantian sehingga tanggung jawab di rumah tetap berjalan.
Komunikasi juga tetap perlu dijaga agar pasangan merasa nyaman dan mengetahui aktivitas yang dilakukan.
Di sisi lain, me time sebaiknya tetap diimbangi dengan quality time bersama pasangan.
Menonton film, menikmati makan malam, atau sekadar berbincang tanpa gangguan dapat menjadi momen untuk menjaga kedekatan emosional.
Mengabaikan kebutuhan me time berisiko memicu berbagai persoalan dalam hubungan.
Mulai dari mudah tersinggung, komunikasi yang memburuk, meningkatnya konflik, hingga munculnya rasa tidak puas dalam pernikahan.
Karena itu, me time bukan sekadar tren gaya hidup.
Bagi pasangan yang sama sama bekerja, waktu untuk diri sendiri dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental sekaligus mempertahankan hubungan yang tetap harmonis di tengah kesibukan sehari hari.





