INFOLADISHA – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta setiap siswa baru di seluruh jenjang pendidikan menanam satu pohon saat memasuki tahun ajaran baru 2026.
Program ini disiapkan sebagai langkah membangun kepedulian lingkungan sekaligus merespons dampak perubahan iklim yang dinilai semakin nyata.
Menurut Dedie, cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi menjadi sinyal bahwa pemanasan global tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan jangka panjang.
Fenomena El Nino dan La Nina disebut menjadi salah satu dampak yang perlu diantisipasi sejak sekarang melalui keterlibatan masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
“Langkah ini menyikapi perubahan iklim yang semakin ekstrem belakangan ini, ditandai dengan munculnya fenomena El Nino dan La Nina akibat pemanasan global,” kata Dedie, Senin, 13 Juli 2026.
Baca Juga: Meta Hentikan Fitur Muse Image usai Dihujani Kritik, Foto Instagram Tak Lagi Bisa Jadi Referensi AI
Ia menilai kebiasaan menanam, merawat, dan memelihara pohon sejak usia sekolah dapat menjadi investasi lingkungan untuk masa depan.
Jika dilakukan secara konsisten oleh setiap angkatan siswa, upaya tersebut diyakini mampu memberikan kontribusi dalam mengurangi dampak pemanasan global.
Dedie mengatakan penyelamatan masa depan anak anak tidak hanya dilakukan melalui pendidikan di ruang kelas, tetapi juga dengan membangun kesadaran menjaga kelestarian lingkungan.





