INFOLADISHA — Pemerintah Kota Bogor menawarkan solusi bagi sopir angkot yang berpotensi kehilangan mata pencaharian akibat kebijakan penataan transportasi di wilayah tersebut.
Sebanyak 1.000 sopir terdampak diarahkan untuk mengikuti program padat karya yang disiapkan melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk membantu warga yang terdampak langsung oleh kebijakan penataan angkot.
Menurut Jenal, saat ini program padat karya memiliki kuota sekitar 2.000 peserta.
Dari jumlah tersebut, Pemkot Bogor menargetkan sekitar 1.000 sopir angkot terdampak dapat ikut bergabung.
Baca Juga: Tanam Pohon di Kayumanis, Ketua DPRD Bogor Ingatkan Pentingnya Jaga Ruang Hijau
“Saat ini program padat karya menyediakan kuota sekitar 2.000 orang. Kami akan rekrut, mudah mudahan 1.000 orang sopir yang terkena dampak, warga kota masuk desil 1 sampai 5 dan kami bisa pekerjakan,” kata Jenal, Jumat 19 Juni 2026.
Ia menjelaskan, program padat karya merupakan skema pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan sementara yang mengutamakan penggunaan tenaga manusia.
Sejumlah pekerjaan yang disiapkan di antaranya pembersihan sungai, perbaikan saluran air, hingga penataan fasilitas umum.
Program tersebut berlangsung selama 10 hari dalam setiap gelombang pelaksanaan.





