Selain itu, kehati hatian saat menerima tautan juga menjadi langkah penting.
Pelaku kerap mengirimkan alamat situs yang tampilannya dibuat menyerupai halaman resmi untuk mencuri informasi pribadi.
Karena itu, pengguna sebaiknya memeriksa alamat situs sebelum membuka tautan atau memasukkan data apa pun.
Pemeriksaan rutin terhadap daftar perangkat yang terhubung ke akun WhatsApp juga tidak kalah penting.
Melalui fitur perangkat tertaut, pengguna dapat melihat perangkat yang memiliki akses ke akun.
Jika terdapat perangkat yang tidak dikenal atau sudah tidak digunakan, aksesnya sebaiknya segera dicabut.
Perlindungan akun juga dapat ditingkatkan dengan membatasi penyebaran informasi pribadi.
Data seperti alamat rumah, tanggal lahir lengkap, nomor identitas, maupun informasi perbankan sebaiknya tidak dibagikan kepada orang yang tidak dikenal melalui percakapan.
Di sisi lain, keamanan perangkat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perlindungan akun WhatsApp. Pengguna disarankan mengaktifkan kunci layar menggunakan PIN, sidik jari, atau pemindai wajah agar isi ponsel tetap terlindungi apabila perangkat hilang atau diakses orang lain.
Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah memastikan aplikasi WhatsApp selalu berada pada versi terbaru.





